Belajar Menggambar Vector Wajah (Bukan Tutorial)

“Apik sempurnah”, itulah kata Mas Ndop tentang karya vektor saya yang di aplud di pesbuk. Mas Ndop ini adalah seorang blogger yang menjual jasa pembuatan gambar vektor  dan menamai dirinya “Sang Vectoria Jenaka”, senang menggunakan kalimat-kalimat alay dalam tulisan di blognya maupun komentar-komentarnya di pesbuk. Selama belajar mengubah gambar bitmap menjadi gambar vector, saya banyak mengintip tutorial di blognya Mas Ndop dan nonton video tutorial di youtubenya, finally hari ini Mas Ndop mengapresiasi  karya saya yang merupakan gambar vektor ke empat yang saya buat selama belajar.

Oh iya, mungkin ada yang belum tahu gambar vektor itu apaan?. Nah, gambar vektor itu menurut yang saya baca adalah gambar yang dibentuk dari unsur garis dan kurva dimana kumpulan dari beberapa garis dan kurva ini akan membentuk gambar, wuiihh… teorinya mantappp. Kalau gambar bitmap diperbesar beberapa persen dari ukuran aslinya, maka semakin besar gambar semakin kabur (pecah) hasilnya. Sedangkan gambar vektor tidak tergantung dari resolusi, kita dapat memperbesar atau memperkecil gambar sesuka hati tanpa kehilangan detail gambar, tetap kinclong meski sebesar apapun gambarnya. Begitu pula soal ukuran file, diperbesar atau diperkecilpun tidak akan mempengaruhi ukuran file. Ada beberapa software yang bisa digunakan untuk membuat gambar vector antara lain CorelDRAW, Macromedia Freehand, Adobe Illustrator dll. Bahkan ada beberapa software yang bisa langsung mengubah gambar bitmap menjadi vektor hanya dengan beberapa sentuhan, tapi hasilnya tidak sebagus jika digambar manual dengan software-software di atas. Sudah jelas bukan??

Sekarang ceritanya kita lanjut. Awalnya saya sempat ingin mengirim foto saya untuk diubah menjadi gambar vektor kartun oleh Mas Ndop agar wajah saya terlihat lebih ganteng hehehee, tapi dipikir-pikir kenapa saya tidak coba belajar bikin sendiri saja, saya kan begini-begini ada dasar CorelDRAW. Lagian kalau pesan sama Mas Ndop kudu keluar duit lagi, petaakk.  Nah, dari situlah beberapa bulan lalu saya mencoba belajar bikin gambar vector sendiri dengan membuka-buka tutorialnya Mas Ndop. Hingga sekarang saya baru menghasilkan empat gambar vector, dan di karya ke empat saya inilah saya mendapat komentar “Apik Sempurnah” dari Sang Master Vector “Mas Ndop”. Saya yakin kawan-kawan tidak tertarik melihat hasil karya saya, tapi tetap saya kasih nih…..



Manfaat Merokok, Dilarang Protes!!


Selama ini para ahli kesehatan dan media-media selalu menyoroti rokok hanya dari bahayanya saja meskipun itu tak menyurutkan nyali para perokok. Namun ternyata disamping berbahaya, rokok juga punya beberapa manfaat yang saya temukan dari beberapa artikel yang sengaja saya cari untuk menghibur diri saya sebagai perokok aktif hehee. Inilah beberapa manfaat dari merokok yang saya temukan:
  1. Menurut Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikel yang di muat di The Times (Juli 1994), orang merokok di Glasgow tidak lebih banyak dari mereka yang ada di Bournemouth (kota sebelah selatan Glasgow). Tapi ternyata angka penderita penyakit jantung di Glasgow lebih banyak dari pada di Bournemouth.
    Orang Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata-rata penderita kanker wanita terendah dan terendah kedua bagi pria. Demikian pula untuk penyakit jantung dan pernafasan, sangat sedikit. Hal ini di sebabkan orang Yunani banyak mengkonsumsi ikan dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh ganda.
  2. Seorang ahli THT ternama di AS mengatakan, bahwa ia menyarankan pada mantan perokok yang terserang batuk, untuk menghisap dua batang rokok sehari, dan hal itu menyembuhkan mereka.
  3. Dr. James Le Fanu di AS menulis: “Perokok mempunyai resiko 50% lebih sedikit terkena penyakit alzheimer (pikun), dan banyak perokok yang mempunyai perlindungan lebih banyak dari penyakit ini.” The New England Journal of Medicine tahun 1985 menulis, para perokok yang terkena kanker endometrik kandungan 50% lebih sedikit daripada nonperokok.
  4. Menurut artikel di Journal of The American Medical Association, penyakit kanker usus dan ulcerative, 30-50% lebih besar berpotensi menyerang nonperokok.
  5. The American Government’s Health and Nutrition Examination Survey, menemukan kemungkinan osteoarthritis menyerang perokok berat 5 kali lebih kecil daripada nonperokok.
  6. Menurut Prof. Petrus Budi Santoso, rokok bisa menolong manusia dari terkaman parkinson (sindrom yang membuat organ tubuh bergetar liar dan susah di kontrol). Sebab, dalam rokok terdapat nikotin yang dapat menghambat berkurangnya sel-sel di otak, yang mengakibatkan gangguan pada saraf. Ahli penyakit saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mengaku pernah meneliti dampak nikotin terhadap parkinson pada tahun 1987. Ia meneliti 100 pria perokok dan 100 pria tak merokok, yang semuanya penderita parkinson. Mereka rata-rata berusia di atas 50 tahun. “Ternyata mereka yang perokok tidak cepat parah penyakitnya,” katanya.
  7. Di Inggris, pada akhir perang dunia ke dua, penderita jantung mengalami penurunan secara drastis padahal jumlah perokok waktu itu sangat tinggi.

Selama ini rokok di cap sebagai biang kerok dari berbagai jenis penyakit horor. Para ahli kedokteran pun tidak berani membuktikan kemungkinan doktrin itu salah. Sejauh ini memang di perlukan satu studi yang seimbang dan objektif mengenai apa yang menyebabkan sakit, termasuk keuntungan dan kerugian merokok.