Impian Jadi Bapak, Kembali Tertunda

Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya posting tulisan “Jadi Calon Bapak”, kali ini meskipun sedikit malas tapi mumpung lagi di Warnet maka saya bikin saja kelanjutannya “Impian Jadi Bapak, Kembali Tertunda”. Impian kami untuk segera punya momongan bahkan sudah di depan mata kembali sirna. Istri saya lagi-lagi keguguran di usia kehamilan hampir empat bulan, tepatnya 14 minggu. Sebelumnya ini sudah pernah kami alami sekitar setahun yang lalu, saat itu kehamilannya baru menginjak usia 10 minggu. Kata dokter sih, kandungan istri saya sangat lemah dan dianjurkan untuk banyak istirahat di rumah, tapi mau diapa? istri saya orang kantoran, jadi mau tidak mau tiap hari harus tetap ke kantor.

Kejadian ini sebenarnya sudah sekitar dua minggu lalu, saat itu hampir subuh, jam nol tiga nol-nol, saya dibangunkan istri untuk shalat tahajjud, katanya untuk mendoakan agar kehamilannya diberikan kemudahan dan selamat sampai melahirkan. Sebenarnya, saya juga agak heran karena biasanya saya yang membangunkan dia untuk shalat malam, bahkan biasanya saya shalat malam sendirian saja. Saya segera bangun mengambil air wudhu, saat istri saya mengenakan mukena-nya, tiba-tiba dia bilang, “Ayah, saya keguguran lagi!!”, saya kaget, ada bercak yang menetes di lantai, segera saya baringkan dan berusaha menenangkan. Saya bilang “bercak sedikit itu biasa kalau orang lagi hamil, istirahat saja dulu”. Tapi tidak lama kemudian cairan itu keluar terus-menerus dan semakin banyak, saat itulah saya berpikir kalau istri saya betul-betul keguguran. Segera saya bangunkan kedua mertua saya, untung saja kami masih numpang di rumah orangtua, jadi paniknya bisa berjamaah (hehehee, masih sempat bercanda?!?!). Maksud saya kalau cuma berdua tentu kami bingung dan panik, apalagi kami cuma punya motor butut, untuk ke rumah sakit naik motor butut berdua pasti kerepotan kalau situasinya seperti ini. kamipun berangkat ke rumah sakit dengan mobil bapak mertua.

Di rumah sakit istri saya masih syok dan terus-menerus menangis, tapi saya dan kedua mertua saya menenangkan walaupun sebenarnya sayapun sangat terpukul dengan kenyataan bahwa istri saya harus dikuretase untuk yang kedua kali. Namun, kita sebagai manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Sekuat apapun dan dengan cara bagaimanapun kita berusaha, tidak akan terlaksana jika Allah belum berkehendak.

Namun saya tidak akan menyerah, tetap berdoa dan berikhtiar, saya yakin suatu hari nanti di blog amatir ini saya akan kembali update tulisan yang berjudul “Jadi Calon Bapak Part III”, karena saya tahu Allah SWT itu maha adil dan bijaksana.

Wisata ke Pulau Dutungan


Hampir dua bulan gak nongol, akhirnya ada juga waktu ke warnet buat ngapdet blog amatir ini, pura-pura sibuk sih hehee. Laptop di rumah rusak, laptop kantor lagi dipake sama teman yang lagi tugas pelatihan ke Jakarta, terpaksa ketemu lagi deh sama mpunya warnet yang seumur hidup belum pernah saya lihat tersenyum. Boro-boro senyum, ditanya aja cuma punya dua jawaban, geleng-geleng dan ngangguk-ngangguk hahahahaa.

Kemarin itu di kantor lagi ada arisan, dan yang menang arisan memutuskan duit arisannya buat rekreasi teman-teman sekantor ke Pulau Dutungan, lumayanlah jalan-jalan gratis sekalian ngerefresh otak yang tiap hari cuma melihat wajah ‘bengis’ si Bos dan muka-muka membosankan atasan dan teman-teman kantor (hihihii.. mudah-mudahan orang di kantor gak ada yang nyasar ke blog ini).

Pulau Dutungan adalah sebuah pulau yang berada di wilayah kabupaten Barru tepatnya di Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Sulawesi Selatan, namun jaraknya lebih dekat dari Kota Parepare dibanding ke Ibukota Kabupaten Barru. Sebelumnya nama salah satu tempat wisata ini kurang familiar di kuping saya karena memang tidak dikelola oleh Pemda setempat tetapi oleh salah seorang pengusaha lokal secara swadaya. Konon, pulau ini sebagaimana pulau-pulau kecil tempat wisata lainnya dikenal angker dan dihuni . Beberapa teman kantor sempat mengalami kejadian-kejadian aneh, bahkan ada yang sempat melihat penampakan wanita berambut panjang di sekitar penginapan yang kami sewa.

Karena saya lagi malas menulis (baca : memang gak bisa nulis), jadi saya tidak akan bercerita panjang lebar disini, cuma mau posting foto narsis teman-teman yang lagi kegirangan menikmati kesempatan langka ini, maksudnya orang-orang kantoran yang ada disini jarang-jarang punya kesempatan rekreasi, apalagi yang gratis hihihiiii, sssttt.. just kidding.



Menyeberang ke Pulau Dutungan
Tiba di Pulau Dutungan
Penjaga gubuk menunggu pelanggan
Nyanyi-nyanyi
Bakar-bakar ikan
Main kartu di dermaga
Akhirnya si abang pulang
Resah menunggu si abang pulang...
Yang punya pulau hehehe...
Narsis
SMS si Mami
Mancing-mancing
Mulai gila