Pro Kontra New7Wonders? EGP....

Kurang lebih 10 hari lagi, pemenang Tujuh Keajaiban Dunia versi New7Wonders akan diumumkan dimana Pulau Komodo yang mewakili Indonesia merupakan salah satu kontestannya. Seiring dengan itu, pro dan kontra seputar status organisasi New7Wonders sebagai pelaksana even ini terus berhembus dan menjadi bahan perbincangan yang hangat. Bahkan Duta Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss meragukan kredibilitas organisasi ini. Djoko mengimbau publik di Tanah Air untuk berhati-hati karena berdasarkan penyelidikan timnya, yayasan New7Wonders tersebut tidak jelas keberadaannya. Secara khusus, Djoko mengajak masyarakat Indonesia untuk tak terbuai permainan yang diatur N7W, apalagi kekayaan-kekayaan budaya bangsa Indonesia sudah lebih dulu diakui dunia lewat UNESCO.
 
Melalui surat elektroniknya yang saya kutip langsung di Antara News, Djoko Susilo memaparkan kronologis yang menjadi alasan keraguannya terhadap New7Wonders :
  1. Desember 2007 N7W, mengumumkan peresmian kampanye, pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia masuk nominasi yaitu Taman Nasional Komodo, Danau Toba dan Anak Gunung Krakatau bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.
  2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi 199 dolar AS.
  3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.
  4. Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010.
  5. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.
  6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.
  7. Pada 29 Desember 2010, N7W  mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W, Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.
  8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).
  9. Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.
  10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.
  11. Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.
  12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan 8 orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa & Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.
  13. Duta Besar R.I. untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W.  Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.
  14. Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern, mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Höschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich.  Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai, seharusnya alamat itu adalah: Höschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00 - 17.00.
  15. Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sömmer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.
  16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.
  17. Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.
  18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. "Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W."

Di sisi lain, Bapak Jusuf Kalla yang merupakan Duta Komodo, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo Emmi Hafid serta pihak-pihak yang mendukung Pemenangan Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia tidak terpengaruh dengan kontroversi tersebut. Mereka menilai, isu-isu yang muncul belakangan ini merupakan usaha pihak-pihak tertentu yang tidak ingin melihat Pulau Komodo menjadi pemenang. Emmy menjelaskan memang organisasi New7Wonders tidak ada hubungannya dengan UNESCO, tapi berada langsung di bawah Sekjen PBB. "Saya menilai kabar itu tidak relevan, sebab New7Wonders tercatat sebagai anggota PBB office of partnership di bawah Sekjen PBB, di situ banyak organisasi, jadi posisinya ada di atas UNESCO," terangnya.

Terlepas dari pro dan kontra New7Wonders, saya pribadi masih bingung, namun menurutt saya jika benar pemilihan tujuh keajaiban dunia ini didasari faktor uang, biarlah itu menjadi urusan mereka dan saya tidak ambil pusing, toh yang saya keluarin cuma Rp. 1/sms. Jika Pulau Komodo menjadi pemenang, sah atau tidaknya pelaksana even ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap dunia pariwisata Indonesia utamanya Pulau Komodo. Jadi mengapa harus terus berdebat, mari kita dukung Pulau Komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia dengan mengetik KOMODO, kirim ke 9818. Dijamin tidak akan bangkrut karena biaya SMS hanya Rp. 1/sms. Saya kirim 50 SMS, kamu....????

Impian Jadi Bapak, Kembali Tertunda

Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya posting tulisan “Jadi Calon Bapak”, kali ini meskipun sedikit malas tapi mumpung lagi di Warnet maka saya bikin saja kelanjutannya “Impian Jadi Bapak, Kembali Tertunda”. Impian kami untuk segera punya momongan bahkan sudah di depan mata kembali sirna. Istri saya lagi-lagi keguguran di usia kehamilan hampir empat bulan, tepatnya 14 minggu. Sebelumnya ini sudah pernah kami alami sekitar setahun yang lalu, saat itu kehamilannya baru menginjak usia 10 minggu. Kata dokter sih, kandungan istri saya sangat lemah dan dianjurkan untuk banyak istirahat di rumah, tapi mau diapa? istri saya orang kantoran, jadi mau tidak mau tiap hari harus tetap ke kantor.

Kejadian ini sebenarnya sudah sekitar dua minggu lalu, saat itu hampir subuh, jam nol tiga nol-nol, saya dibangunkan istri untuk shalat tahajjud, katanya untuk mendoakan agar kehamilannya diberikan kemudahan dan selamat sampai melahirkan. Sebenarnya, saya juga agak heran karena biasanya saya yang membangunkan dia untuk shalat malam, bahkan biasanya saya shalat malam sendirian saja. Saya segera bangun mengambil air wudhu, saat istri saya mengenakan mukena-nya, tiba-tiba dia bilang, “Ayah, saya keguguran lagi!!”, saya kaget, ada bercak yang menetes di lantai, segera saya baringkan dan berusaha menenangkan. Saya bilang “bercak sedikit itu biasa kalau orang lagi hamil, istirahat saja dulu”. Tapi tidak lama kemudian cairan itu keluar terus-menerus dan semakin banyak, saat itulah saya berpikir kalau istri saya betul-betul keguguran. Segera saya bangunkan kedua mertua saya, untung saja kami masih numpang di rumah orangtua, jadi paniknya bisa berjamaah (hehehee, masih sempat bercanda?!?!). Maksud saya kalau cuma berdua tentu kami bingung dan panik, apalagi kami cuma punya motor butut, untuk ke rumah sakit naik motor butut berdua pasti kerepotan kalau situasinya seperti ini. kamipun berangkat ke rumah sakit dengan mobil bapak mertua.

Di rumah sakit istri saya masih syok dan terus-menerus menangis, tapi saya dan kedua mertua saya menenangkan walaupun sebenarnya sayapun sangat terpukul dengan kenyataan bahwa istri saya harus dikuretase untuk yang kedua kali. Namun, kita sebagai manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Sekuat apapun dan dengan cara bagaimanapun kita berusaha, tidak akan terlaksana jika Allah belum berkehendak.

Namun saya tidak akan menyerah, tetap berdoa dan berikhtiar, saya yakin suatu hari nanti di blog amatir ini saya akan kembali update tulisan yang berjudul “Jadi Calon Bapak Part III”, karena saya tahu Allah SWT itu maha adil dan bijaksana.

Wisata ke Pulau Dutungan


Hampir dua bulan gak nongol, akhirnya ada juga waktu ke warnet buat ngapdet blog amatir ini, pura-pura sibuk sih hehee. Laptop di rumah rusak, laptop kantor lagi dipake sama teman yang lagi tugas pelatihan ke Jakarta, terpaksa ketemu lagi deh sama mpunya warnet yang seumur hidup belum pernah saya lihat tersenyum. Boro-boro senyum, ditanya aja cuma punya dua jawaban, geleng-geleng dan ngangguk-ngangguk hahahahaa.

Kemarin itu di kantor lagi ada arisan, dan yang menang arisan memutuskan duit arisannya buat rekreasi teman-teman sekantor ke Pulau Dutungan, lumayanlah jalan-jalan gratis sekalian ngerefresh otak yang tiap hari cuma melihat wajah ‘bengis’ si Bos dan muka-muka membosankan atasan dan teman-teman kantor (hihihii.. mudah-mudahan orang di kantor gak ada yang nyasar ke blog ini).

Pulau Dutungan adalah sebuah pulau yang berada di wilayah kabupaten Barru tepatnya di Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi Sulawesi Selatan, namun jaraknya lebih dekat dari Kota Parepare dibanding ke Ibukota Kabupaten Barru. Sebelumnya nama salah satu tempat wisata ini kurang familiar di kuping saya karena memang tidak dikelola oleh Pemda setempat tetapi oleh salah seorang pengusaha lokal secara swadaya. Konon, pulau ini sebagaimana pulau-pulau kecil tempat wisata lainnya dikenal angker dan dihuni . Beberapa teman kantor sempat mengalami kejadian-kejadian aneh, bahkan ada yang sempat melihat penampakan wanita berambut panjang di sekitar penginapan yang kami sewa.

Karena saya lagi malas menulis (baca : memang gak bisa nulis), jadi saya tidak akan bercerita panjang lebar disini, cuma mau posting foto narsis teman-teman yang lagi kegirangan menikmati kesempatan langka ini, maksudnya orang-orang kantoran yang ada disini jarang-jarang punya kesempatan rekreasi, apalagi yang gratis hihihiiii, sssttt.. just kidding.



Menyeberang ke Pulau Dutungan
Tiba di Pulau Dutungan
Penjaga gubuk menunggu pelanggan
Nyanyi-nyanyi
Bakar-bakar ikan
Main kartu di dermaga
Akhirnya si abang pulang
Resah menunggu si abang pulang...
Yang punya pulau hehehe...
Narsis
SMS si Mami
Mancing-mancing
Mulai gila

Mengembalikan Chat Grup Facebook yang Hilang

Fitur grup di Facebook memang sangat  menyenangkan bagi para Facebooker, apalagi fasilitas chatingnya yang memungkinkan anggota mengobrol dengan banyak anggota grup lainnya sekaligus. Namun alangkah kesalnya ketika tiba-tiba menu obrolan grupnya menghilang. hampir semua grup di Facebook pasti sudah pernah mengalaminya utamanya bagi yang sudah banyak membernya, namun belum banyak yang tahu apa penyebabnya, sebagian Facebooker bahkan menyangka kalau fitur obrolannya dibanned oleh Facebook karena banyaknya yang menggunakan kata-kata yang kurang sopan, mengandung pornografi dan lain-lain.

Saya sendiri beberapa bulan yang lalu membentuk sebuah grup di Facebook bernama Kampung Bugis yang membernya memang orang-orang asal Bugis atau keturunan Bugis yang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada beberapa yang menetap di luar negeri utamanya Malaysia yang merupakan negara tujuan mayoritas perantau Bugis. Di grup ini biasanya kami berdiskusi bermacam-macam topik utamanya hal-hal yang berhubungan dengan budaya bugis, reunian dengan teman-teman lama, curhat-curhatan sampai obrolan-obrolan ringan yang tidak penting sama sekali.

Seiring berjalannya waktu member grup Kampung Bugis semakin bertambah yang tentu saja membuat obrolan semakin ramai, tapi tiba-tiba menu chat grup menghilang. Wah.. bingung, mana member grup pada protes lagi, katanya kurang seru kalo tidak ada obrolannya.

Nah, cara mengembalikan chat grup facebook yang hilang ternyata sangat mudah. Pihak pengelola Facebook rupanya membatasi anggota grup hanya hingga 249 member. Jika member satu grup sudah mencapai 250 orang maka menu chat/obrolan akan hilang secara otomatis, ini dilakukan karena persoalan traffic yang pastinya semakin banyak yang menggunakan fitur chating maka akan membuat server semakin terbebani. Dulunya malah dibatasi hanya 149 member, namun kemudian ditambah kuotanya menjadi 249 member, dan mudah-mudahan tidak lama lagi kuotanya ditambah lagi menjadi 349 dan seterusnya.

Jadi solusinya, kalau anda kehilangan menu chat/obrolan di grup facebook caranya hanya satu, hapus beberapa anggota yang kkurang atau tidak aktif di grup hingga grup anda hanya tersisa 249 member saja, karena gak mungkin juga kan kalau anggota grupnya aktif semua.

Nah, itu saja curhat saya sekaligus trik Facebook yang kita bahas kali ini, semoga saja ada manfaatnya. Selamat menikmati kembali ngalor-ngidulnya di chat grup Facebook.

Eh, jangan lupa kunjungi juga blogku Kampung Bugis, ditunggu komentarnya...

Perpisahan

Mengapa bahagia beranjak pergi?
Jauh kudekap, ditepis sunyi mencercap
Sementara, tak sedikit pun kakiku bergerak meninggalkan penantian
yang kusekap di batas rindu, menyekat cinta dalam pedih yang meratap
Dengan apa lagi kugambarkan jujur dan tulusku?
Aku terbentur jawab yang belum juga terungkap
Dijerat mimpi semu tanpa penghabisan yang merekat
Di ujung pagi, aku tercekat
Mendambamu, setiap saat
Dipersimpangan jalan kita berpisah
bukan kar'na tak sayang, tapi kar'na perbedaan, maafkan kuharus pergi...

Kiriman Sobat Facebook : Adhy Gammara

Jadi Calon Bapak

Hidup memang penuh warna, kadang sedih, kadang senang, kemarin tertunduk lesu, hari ini semangat pol..hehee. Iya, sebenarnya saya mau cerita kalau hari ini khususnya seminggu terakhir ini saya lagi cerah ceria. Kerja sesusah apapun tetap diiringi dengan siulan dan nyanyian sumbang (itu kata orang, kalau menurut saya merdu-merdu saja sih). Apa pasal?

Yah, sekarang saya resmi menjadi calon Bapak!, setelah dua tahun lebih merana karena benih yang saya tanam tak kunjung berbuah, sampai-sampai saya sempat berniat menempuh jalan pintas, bukan bunuh diri lho!!, tapi berpikir untuk mengadopsi anak . Hampir seminggu yang lalu istri saya divonis hamil hehee. Tentu saja ini kabar yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan suami-istri, lain halnya kalau hamil di luar nikah, pastinya merupakan hal yang paling menyeramkan jiaahhhaahaa.

Saking senangnya saya, hampir semua tugas istri, saya yang ambil alih, dari mulai mencuci dan menjemur pakaian, menyiram tanaman dan lain-lain dan sebagainya, mencari lauk (walaupun beli di warung) kecuali memasak karena kami belum terbiasa makan nasi hitam alias hangus wkwkwkk. Ini semua demi keselamatan janin dan menghindari pengalaman saat kehamilan pertama tujuh belas bulan lalu yang gagal di bulan ketiga. Awalnya istri saya berniat mencari tukang cuci yang mau dibayar perhari, tapi sebagai suami siaga saya ajukan permohonan agar kiranya kami tidak usah membayar orang untuk mencuci karena itu akan menambah pengeluaran, mending di tabung buat persiapan saat melahirkan nanti.

Semua tugas tersebut saya emban dengan penuh rasa ikhlas dan tulus, asal cita-cita saya sebagai Bapak bisa saya raih dengan sukses. Tolong ya didoain biar Ibu dan bayinya selamat.

Valentine's Day, Hari Kasih Sayang atau Hari Maksiat?

Bulan Februari, bagi sebagian orang merupakan bulan istimewa. Yang paling senang adalah para remajawan dan remajawati (belum ada di kamus) yang masih lugu dan tak tahu apa-apa. Ya, tanggal 14 Februari mereka kenal dengan perayaan hari kasih sayang, kalau orang-orang bule menyebutnya Valentine’s Day , bagi yang sudah punya pacar hari itu menjadi kesempatan untuk saling bertukar hadiah biasanya berupa coklat, bunga, boneka, parfum de el el sebagai ungkapan tanda kasih sayang dan bagi yang belum punya pasangan merupakan momen yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang disukai.

Ada juga orang yang jauh-jauh hari menyiapkan baju yang terbaik, menicure pedicure, ganti model rambut terbaru bahkan yang lebih parah lagi, ada juga yang sampai menyiapkan kondom segala buat menghabiskan momen valentine bersama sang kekasih. Meskipun tabu, hal ini menjadi lumrah karena momen valentine sudah identik dengan maksiat? Weitz, jangan protes.. keadaannya memang begitu kok. Kalau nggak percaya, coba aja tanya di apotek-apotek dan para pengusaha kondom (emang ada ya?) bagaimana tingkat penjualan kondom di bulan-bulan lain dibandingkan dengan bulan Februari. Udah tau faktanya kayak gini, masih senang rayain valentine’s day?, yang kalau saya lebih senang menyebutnya “Hari Maksiat” bukannya hari kasih sayang seperti yang kalian-kalian banggakan itu heheee...

Sudah pada tau nggak sih sejarah valentine’s day. Memang sih sejarah valentine’s day ini ada banyak sekali versi, namun dari semua versi yang sudah saya baca tak satupun yang relevan dengan budaya kita di Indonesia ini yang katanya mayoritas Islam. Yuk kita lihat sejarah valentine dari macam-macam versi yang saya kumpulkan dari berbagai sumber :

Versi Pertama

St. Valentine seorang pendeta Romawi ditangkap karena menikahkan banyak prajurit-prajurit muda dimana saat itu Claudius II melarang prajurit muda untuk menikah karena menganggap prajurit muda bujangan jauh lebih tabah dan kuat dalam peperangan daripada prajurit yang sudah menikah. Akibatnya St. Valentine ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

Versi Kedua

Menurut adat Romawi kuno, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno yang merupakan ratu para dewa dewi Romawi yang biasa juga disebut dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan bernama “Feast of Lupercalia”. Pada masa itu, para gadis dilarang berhubungan dengan pria. Pada malam menjelang festiva Lupercalia, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu. Dan karena Festival Lupercalia mulai pada pertangahan bulan Februari, maka para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak saat itulah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari valentine.

Versi Ketiga

St. Valentine, seorang Romawi yang jadi martir karena menolak menyangkal kristenitas. Ia meninggal pada 14 Februari 269, dimana pada hari yang sama telah menjadi kebiasaan orang-orang untuk memeriahkan lotere/undian-undian cinta kasih. Legenda pun ikut menambahkan bahwa St. Valentine meninggalkan secarik surat perpisahan pada putri sipir yang telah menjadi sahabatnya, dan di bawahnya ditandatangani dengan nama “Your Valentine”.

Versi Keempat

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory. Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untu menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.

Versi Kelima, dst

Silahkan cari sendiri, banyak kok di Gugel..

Dari asal mula valentine’s day yang saya tulis di atas, di masa sekarang ini mulai mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal, semua dengan mengatasnamakan semangat kasih sayang.

Waduh, pas sampai di paragraf ini tiba-tiba datang beberapa pemuda minta sumbangan, katanya buat tambahan dana pemuda di sekitar rumah untuk ngadain perayaan hari valentine, ampuuunn… baru aja dibahas kalau itu perayaan maksiat, eh.. malah minta sumbangan, dari pada di cap pelit orang sekampung, mending kasih dah 10 ribu, meskipun sebenarnya gak ikhlas.. heheee

Ya, sudahlah kita lanjutkan…..
Hmm, jadi kehilangan momen nih nulisnya gara-gara si peminta sumbangan hari valentine tadi, nulis apa lagi ya? Langsung saja kita simpulkan deh. Jadi kesimpulan apa yang bisa kita ambil dari sejarah-sejarah valentine day di atas. Kesimpulannya kira-kira adalah Valentine’s day berasal dari upacara keagamaan Rowami Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan, kemudian dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama St. Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari Valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nasrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta. Dan sampai pada hari ini perayaan valentine’s day bergeser menjadi peringatan hari kasih sayang yang kebanyakan diisi dengan hura-hura dan perbuatan-perbuatan MAKSIAT…..
-
Oleh : Ladewa Mohammad Zaeen

Gara-gara Banci

Kemarin saya jengkel banget gara-gara banci sialan lagi naik motor , Eh pas dilampu merah, banci itu berhenti, udah lampu kuning tetep diem, lampu hijau juga tetep gak mau jalan,, jengkel banget deh.. saya teriakin aja wooiiii bencooong... kok gak mau jalan-jalan sih loe,, udah ijo tuh lampunya,, eeeh...dia malah teriak juga ... eiiike khan lg tunggu warna kesukaan eiiiike,, Pink gitu loooooh ..wkwkwk gubrakk...

Video Kungfu Julia Perez versus Dewi Persik

Bukannya latah atau ikut-ikutan, tapi mumpung video adu jotos Dewi Persik versus Julia Perez ini lagi panas-panasnya di media bahkan sudah di proses oleh pihak kepolisian, saya ambil kesempatan posting di sini sekalian coba-coba pasang embed video di blog amatiran ini, video ini saya comot dari http://vivanews.com.

Meskipun film Arwah Goyang Karawang ini bertemakan horor, tapi saat syuting film ini tiba-tiba berubah genre menjadi film kungfu di luar skenario. Tak usah lama-lama, yang mau lihat adegan video kungfu Julia Perez versus Dewi Persik langsung saja, silahkan dicicipi, mumpung masih hangat….


Menggunakan Nama Sendiri di URL Facebook

Menggunakan nama sendiri menjadi URL Facebook? Ahh.. ketinggalan, trik kuno, jadul, basi, gaptek dan lain-lain dan sebagainya. Terserah mau bilang apa, yang saya tahu trik ini masih banyak yang belum tahu meskipun mungkin lebih banyak yang sudah tahu. Saya sendiri  baru tahu kemarin padahal adanya sudah sejak Juni 2009, makanya saya putusin bagi-bagi buat facebooker yang segaptek saya, heheee..

Buat yang sudah tahu tinggalkan artikel ini….!!, nah bagi yang belum tahu saya kasih tahu nih. Pertama-tama coba login di facebook sobat, trus klik profil.. lalu amati URL yang muncul, pasti susunannya seperti ini :

http://www.facebook.com/profile.php?id=100001473687912

Menggunakan nama sendiri di URL pastinya akan lebih ringkas dan mudah diingat, jika sudah diganti akan seperti ini :

http://www.facebook.com/namakamu

Caranya tinggal setting di :

http://www.facebook.com/username

kalau sudah akan ada tampilan seperti ini :


Tinggal masukkan nama kamu, tapi hati-hati karena konfirmasi hanya sekali saja, sesudah itu tidak bisa diganti lagi. Gampang kan? Kalo masih susah berarti kamu betul-betul gaptek….. :p

Coba cek di www.facebook.com/ladewabego

Si Body Montok, Kekasih Baruku

Sesetia apapun seorang pria jika dapat barang baru yang lebih seksi, montok, bahenol pasti akan tergoda juga. Hanya saja ada yang bisa nahan godaan dan ada yang tidak, kalau saya termasuk tipe pria yang gak tahan godaan. Body montok gitu lho….!!, Ssstt…. tapi jangan bilang-bilang istri saya ya!!...

Sebenarnya ini berawal dari pertemuan yang tak disengaja sekitar setahun yang lalu di sebuah pameran Pemda setempat. Si Eky teman kantor saya muncul sambil menenteng si body montok kemana-mana, diajak nongkrong di stand trus nyanyi-nyanyi bareng, pokoknya si montok asyik deh dan mudah beradaptasi. Dalam hati saya bertekad, suatu hari nanti si montok harus jadi milik saya.

Lalu tiba satu hari Eky yang punya si montok ini curhat ke saya kalau dia mulai bosan, hmmm.. inilah saat yang saya nanti-nantikan setahun terakhir ini, walaupun bekas teman tapi masih mulus, seksi, suaranya merdu, montok lagi. Saya kasih saran ke Eky “lepas aja sob, kalau udah bosan mau diapain lagi, kan banyak yang lebih segar, si body montok buat saya saja”.

Singkat cerita teman saya sepakat melepas si montok buat saya, “tolong jaga baik-baik ya, itu barang bagus lho, susah dapatnya” pintanya.

Akhirnya setelah melewati proses negosiasi yang cukup alot (eealah, kayak anggota dewan saja) si body montok resmi menjadi milik saya hanya dengan Rp. 250 ribu tanpa dipotong pajak.

Ini dia nih foto si body montok, mantap kan?....
_
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
\/

si montok, belel tapi bersuara merdu
  
foto close up si montok

Catatan Akhir Tahun : Sssttt, Jangan tiup terompet, teriak, palagi petasan, Janus mau lewat !!!!

Tidak ada cukup alasan untuk merayakan satu momen astronomis tertentu.... masuknya bulan januari 2011, nggak ada bedanya dengan tibanya 1 Mey 2020...
Pilih yang gedean mbak, biar puas!!

heheheh, but yah kadang kita perlu titik star yg disepakati untuk memulai berlari lagii... bukan berlomba, tapi berpegang tangan dan meraih cita bersama.

Perayaan ini memang bukan budaya kita, maka tidak usah latah meniru-niru. Pun kalo tetap mau yahh kita ambil yang positipnya aja. Sialnya, yang positip dari budaya mereka  biasanya berupa permata makna filosofis yang terkubur jauh dibawah lumpur busuk berbagai parade, pesta-pesta, dan perayaan yang melenakan.

Dan yahh kawan, sialnya kadang kita sudah berkubang di lumpur itu sampai jadi bau comber dan tampak tolol seperti kebo tapi permata itu nggak ketemu. heheheh...... ini persepsiku lho... yang lagi niup terompet atau sedang siap siap dengan petasannya nggak usah tersungging. hohoho,,,

Ayo bakar, biar Mas Janus seneng.....
Tidak perlu perayaan gila-gilaan. tidak ada roh roh jahat yang harus kita usir dengan terompet dan petasan sebagaimana orang-orang pagan itu.

yah kawan, Januari telah tiba, mari sejenak berbincang pada perwujudan Janus dalam diri masing masing.

Eh heyy, belum kenal Janus??... hmm padahal kamu  turun ke jalan berpesta tapi tidak mengenal sang tamu yang kau sambut??... tuan rumah macam apa kau ini....

Ckckc, baiklah, kuperkenalkan, si Janus itu makhluk rekaan orang-orang pagan Romawi (wow lagi lagi mereka yah ckckkc, heran juga, masuk 2011, kita malah berkubang di bodoh jaman baheula).

Konon, menurut imajinasi mereka si Janus itu punya dua wajah, ada yang menghadap ke depan ada yang menghadap ke belakang. keren kan??, yahh Romawi pagan memang paling bisa kalo ciptakan berhala hahaha... (yang jangan-jangan diam diam  telah kita sembah tanpa sadar hahaha....)

Nahh... sesuai ciri utama para penyembah berhala, setelah mencipta Janus dalam imajinasi mereka, maka para hamba ini memberi tugas padanya sebagai Dewa Pintu dan segala permulaan. wahh jabatan yang keren bukan??.. pantas si Janus punya dua wajah...

Karena melihat optimis ke depan dengan tidak pernah lupa pada pelajaran di belakang adalah kunci sukses pada tiap permulaan. pada tiap pintu baru, pada tiap tahun baru...

Maka kawan, sepertinya di balik lumpur busuk perayaan yang menghabiskan banyak dana yang dilakukan pagan Roma, ternyata ada permata berupa makna filosofis yang perlu kita hadirkan pada tiap diri kita setiap tibanya hari Janus.

Yahhh... kita tidak usah ikut-ikutan yg bodohnya, nggak usah menghayalkan Dewa Janus, toh dalam tiap diri kita ada anugrah Allah yang bisa bertugas jadi Janus....yak tullll... A K A L..

Akal ini memberimu kemampuan untuk merefleksikan semua pelajaran dari salah, gagal, tangis, sesal, senang, tawa, manis, cinta, pada 2010 untuk kita jadikan bekal buat menghadirkan optimisme menatap 2011. seperti Janus yang konon punya wajah dua itu.

Soo kawanku... ledakkan kembang apimu...., tiup terompetmu,.... teriak yang kencang HAPPY NEW YEAR!!!!... tapi maaf yah, aku nggak ikutan. kalaupun aku begadang malam ini bukan untuk ikutan bodoh pagan menunggu jam 00:00.. tapi buat kerja tugas kuliah.. hehehe

Yang mau ikutan denganku, mari... kita hening sejenak, berbicara pada Janus dalam diri kita masing-masing.....

Haiii.... apa yang dilihat wajahnu yang menghadap belakang itu????.....

Ambillah pelajarannya....

Hey,,, apa yang kau lihat lewat mata pada wajahmu yg kedepan???

Aku melihat tantangan, aku melihat rintangan, dan yahhh aku melihat mimpiku mendekat selangkah lagi!!!

Hahahah wallahu a'lam

Oh yaa makasih buat Ladewa Mohammad Zaeen, aku nyontek data tentang Janus dari notemu kawan hahahah

Oleh Sobat Facebook : Ayub El-marhoum