Home » » Menjadi Kameramen Amatir

Menjadi Kameramen Amatir

Beberapa bulan terakhir ini saya sibuk syut sana syut sini di acara keluarga. Iya, saya mendadak jadi kameramen amatir sekaligus editornya hehee. Semuanya bermula saat di rumah ada acara “Mappettu Ada” (Bahasa Bugis) yang kalau diindonesiakan artinya musyawarah antara dua keluarga mempelai untuk menentukan waktu, tempat dan segala macam yang berhubungan dengan rencana pernikahan. Atas inisiatif sendiri saya coba-coba abadikan dengan handycam pinjaman dari kantor dan editnya pake software Windows Movie Maker bawaan windows dengan laptop kerja sang istri tercinta yang juga punya kantor.  Belum perlu software tinggi-tinggi, namanya juga masih amatiran.

Saat hasilnya ditonton keluarga, eeh langsung deh dapat pesanan bertubi-tubi (kalo gini sepertinya berikut mesti pake tarif nih…). Tapi gak apa-apa, sambil mengasah bakat terpendam sekalian menyenangkan keluarga. Mulai saat itu setiap ada hajatan keluarga pasti deh disitu ada syuting, bukan hanya di acara keluarga saja, di kantor  saat ada kegiatan penting seperti rapat, kunjungan ke daerah lain sampai acara rekreasipun semuanya diabadikan.

Ketika tiba masanya untuk mengedit film yang filenya sudah bertumpuk di laptop, yaaa.. laptopnya macet, kata tukang servicenya yang rusak mainboard, terlantar deh filmnya gak jadi-jadi.

Tapi Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya dapat jatah laptop dari kantor, jadi semangat lagi deh syut sana syut sini. Ehh.. ada gak yang tahu software yang bagus buat edit film, sekarang ini saya masih pake Ulead Video Studio 11 karena gak terlalu berat, soalnya laptopnya standar jadi kalau software yang berat-berat suka lama bahkan hang. Ah, sudah dulu ah postingnya, mau lanjutin edit film dulu…….

0 komentar:

Posting Komentar