Home » » Menyambut Ramadhan, Saling Memaafkan Membuat Hati Tenang

Menyambut Ramadhan, Saling Memaafkan Membuat Hati Tenang

Menjelang bulan Ramadhan umat Muslim di seluruh dunia pastinya sedang sibuk berbenah dan mempersiapkan fisik, jiwa serta mentalnya agar dapat melalui bulan yang lebih mulia dari seribu bulan ini untuk menjadi hamba yang lebih baik, kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Dari sekian banyak persiapan, yang tak kalah pentingnya adalah saling memaafkan agar hati menjadi tenang dalam menjalani ibadah puasa, utamanya meminta maaf kepada kedua orang tua, saudara, keluarga, kerabat, tetangga dan paling penting kepada orang yang pernah punya masalah dengan kita atau yang pernah terluka atau sakit hati secara sengaja maupun yang tidak disengaja.

Hari ini saya lagi senang dan hati saya menjadi lebih tenang. Semalam itu saya berkunjung ke rumah salah satu kerabat yang sudah hampir setahun tidak pernah saya kunjungi, padahal jaraknya tidak sampai seratus meter dari kediaman saya. Keluarga ini dulunya sangat dekat dengan keluarga saya bahkan sudah saya anggap sebagai orangtua sendiri. Setiap ada acara di rumah pasti beliau sekeluarga hadir, begitupula sebaliknya. Tapi beberapa bulan belakangan ini hubungan kami menjadi renggang (kalau ndak mau dibilang putus) hanya karena masalah “persaingan bisnis” yang sebetulnya terjadi karena kesalahpahaman saja. Sejak masalah tersebut kami tidak pernah lagi saling berkomunikasi sama sekali (mungkin karena ego dan masing-masing merasa benar).

Sebenarnya sudah lama saya ingin memperbaiki kembali hubungan keluarga kami (mungkin mereka juga demikian) namun sepertinya tak ada yang mampu memulai atau mencari jalan untuk itu. Hingga akhirnya seorang teman (yang dekat dengan kedua keluarga ini) memberi masukan kepada saya yang membuat hati saya terbuka, terima kasih untuk itu. Menurutnya, solusi terbaik untuk masalah ini adalah “yang muda meminta maaf kepada yang tua”, walaupun tidak pernah merasa membuat salah. Dipikir-pikir betul juga kata teman saya ini, disamping itu bulan Ramadhan akan segera datang dan rasanya kurang sempurna amalan kita jika masih ada masalah di antara sesama Muslim yang mengganjal di hati. Saya akhirnya memutuskan, inilah saat yang paling tepat untuk kembali memperbaiki hubungan silaturrahmi di antara keluarga kami.

Sepulang shalat Isya semalam, saya sampaikan niat saya kepada istri saya. Walaupun awalnya dia kelihatan enggan namun setelah saya beri dua tiga patah kata-kata ‘ceramah’ sambil setengah memaksa istri saya akhirnya setuju, berangkatlah kita. Jantung saya agak berdebar, apakah mereka mau menerima kedatangan kami?, tapi tekad saya sudah terlanjur kuat. Kalaupun misalnya mereka tidak menerima kami, itu tinggal urusan mereka dan Allah, yang penting kewajiban kami untuk meminta maaf sudah kami lakukan. Tereeeengggggg………?!?!?!

Setibanya kami di sana, puji syukur Alhamdulillah, mereka menyambut kami dengan senyuman penuh kehangatan, berbincang-bincang tentang banyak hal tanpa mengungkit masalah yang lalu, dan tak lupa seperti yang dulu-dulu mereka menyuguhi kami dengan minuman dingin dari lemari es-nya yang justru membuat hati yang dingin di antara kami menjadi cair kembali. Alhamdulillah, silaturrahmi sudah terjalin kembali, bulan Ramadhan kali ini Insya Allah akan mendapatkan rahmat dan berkah, kami siap melaluinya dengan sepenuh hati, Bismillahirrahmanirrahim.

Bagaimana dengan kalian, sudahkah sobat-sobat saling memaafkan dengan orang terdekat? Kalau belum bersegeralah!!

6 komentar:

  1. Ke kota jakarta hari selasa
    pulang pergi naik kereta
    sebentar lagi kita puasa
    mohon maaf kalo ada salah kata

    BalasHapus
  2. iya sob, maaf juga kalo saya ada salah, gak bisa pantun soalnya.

    BalasHapus
  3. Mudah-mudahan di bulan suci Ramadhan ini kita bisa mendapat berkah dan ampunan-Nya. Amin.

    BalasHapus
  4. @Sudinotakim & Yuda : Maaf lahir batin juga sob, Amin.

    BalasHapus
  5. bahkan kadang sms minta maafpun hanya jadi koleksi ” sudah dapet berapa ya ” di hp penerima sms tersebut.

    BalasHapus