Perang Caci Maki Indonesia dan Malaysia di Internet

Saling mencaci dan memaki antara rakyat Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini ramai di sebuah forum di Internet, bahkan kata-kata kotor tak segan-segan mereka lontarkan seenak hati seakan-akan lupa kalau sekarang ini lagi bulan ramadhan atau mungkin memang mereka tidak perduli sedang puasa atau tidak. Judul forumnya "MALAYSIA SIAP SEDIA BERPERANG DENGAN InDONSIAL"  Bukan bermaksud mengajak sobat-sobat ikutan mencaci maki di forum ini, tapi saya hanya ingin sedikit mengutarakan uneg-uneg soal hubungan Indonesia-Malaysia yang sedang memanas saat ini.

Pasang surut hubungan Indonesia dan Malaysia sudah terjadi belasan tahun silam yang dipicu oleh perbedaan pendapat masalah batas territorial, masalah budaya, masalah tenaga kerja dan lain-lain. Namun, akhir-akhir ini hubungan dua bangsa serumpun ini semakin memanas menyusul ditahannya tiga orang petugas DKP yang sebelumnya juga merazia tujuh orang nelayan ilegal asal Malaysia yang diduga melanggar wilayah perairan Indonesia-Malaysia. Saking panasnya hubungan kedua negara hingga terdengar wacana di tengah-tengah masyarakat untuk mengganyang Malaysia dan melakukan perang dengan Malaysia yang tentu saja ditanggapi dingin oleh Pemerintah.

Pernah beberapa bulan lalu saat kejadian Kapal Perang Malaysia melakukan provokasi terhadap Kapal penjaga perbatasan milik Tentara Nasional Indonesia, beberapa media cetak Nasional membanding-bandingkan antara kekuatan militer Indonesia dan Malaysia, seakan-akan perang antara Malaysia dan Indonesia benar-benar akan segera terjadi, dengan jelas terlihat bahwa perlengkapan perang milik Tentara Malaysia sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan peralatan perang Tentara Nasional Indonesia yang sebagian besar sudah dimakan usia, bahkan beberapa diantaranya sudah tidak dapat dioperasikan lagi.

Proses Diplomasi antara Indonesia dan Malaysia juga sudah tidak selancar biasanya, kedua negara sama-sama ngotot merasa benar dan tak ada yang bersedia minta maaf terkait kasus penangkapan tadi. Akankah perang Indonesia vs Malaysia benar-benar akan terjadi?

Perang militer antara Indonesia dan Malaysia memang belum benar-benar terjadi dan mudah-mudahan tidak akan terjadi, namun perang caci maki antara Indonesia dan Malaysia belakangan ini sudah bergolak di internet. Mau tahu panasnya suasana perang caci maki ini? langsung saja kunjungi link ini :
http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T49VFI6878EN7BD4O/p2
Andapun bisa berkomentar dan mencaci maki sepuasnya disini, tapi dengan syarat tentu saja harus sign up dulu agar terdaftar sebagai anggota forum.

OK deh, selamat berjuang di medan perang caci maki, saya tidak ikutan ya! kan lagi puasa………

Cara PNS Menghabiskan Waktu saat Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan dimana segala amalan akan dilipatgandakan berpuluh kali lipat pahalanya dibanding amalan di bulan-bulan yang lain. Di bulan Ramadhan, sebagai abdi dan pelayan masyarakat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dituntut untuk tetap bekerja seperti biasa walaupun sedang melaksanakan ibadah puasa.

Di waktu-waktu senggang saat aktifitas kantor berkurang, para PNS memiliki cara masing-masing untuk mengisi waktunya di saat berpuasa, begitupula di kantor tempat saya bekerja.

Berikut beberapa gambar kegiatan para PNS saat puasa :

Maen Facebook, ah... biasa



Nonton TV, lumrah..



 Main kartu, biasa nggak ya?



Capek maen kartu, tidur ahh....



Tidur Berjamaah....



Alhamdulillah.........., Belajar baca Qur'an pak??

Itulah gambaran kegiatan sehari-hari di kantor saya selama bulan Ramadhan tahun ini.....

Tiga Hari dalam Kepanikan, Akhirnya Ladewa Dot Com Kembali Normal

Ndak kenal pagi, siang, sore hingga malam hari, setiap ada waktu mesti saya sempatkan online, entah di warnet atau via modem lemotku. Itu terjadi lebih kurang tiga hari kemarin saat Ladewa Dot Com ndak bisa diakses, panik bukan main.

Pada saat pertama saat coba membuka Ladewa dot Com tapi ndak bisa, saya pikir hanya gangguan koneksi saja dan hal seperti ini memang biasa terjadi, tapi setelah beberapa kali saya coba belum bisa juga, saya mulai merasa ada yang tidak beres. Mulailah saya cari-cari informasi apa sebenarnya yang terjadi, tapi dasar blogger amatir, butuh waktu tiga hari untuk tahu penyebabnya.

Kemarin saya jalan-jalan ke warnet teman, namanya Ridho, seorang blogger juga. Kebetulan saya beli domain Ladewa dot Com atas rekomendasinya di tempat dia beli domain juga, mungkin saja dia tahu apa yang terjadi dengan blog saya. Setibanya di sana, eh malah dia nanya duluan, “gimana blognya bro, udah ketemu masalahnya?”, lho kok dia tahu blogku bermasalah. Dia kemudian mengatakan bahwa sebenarnya dia juga mengalami masalah yang sama, hanya saja dia lebih dulu ketemu sumber masalahnya.

Ternyata masalahnya sangat sederhana, sebagai blogger yang memakai layanan blogspot.com dengan menggunakan custom domain dan fasilitas gratis DNS (Domain Name Server) dari dnspark.net, ada perubahan name server yang diberitahu melalui e-mail user. Celakanya beberapa hari yang lalu saya sempat buka e-mail tapi ndak sempat baca semua, habis itu karena saya anggap semua ndak begitu penting saya hapus saja, padahal di situ ternyata ada pemberitahuan dari dnspark kalau pengguna DNS gratisan harus mengupdate name servernya dari yang semula seperti ini : ns1.dnspark.net, ns2.dnspark.net, ns3.dnspark.net, ns4.dnspark.net, ns5.dnspark.net diganti menjadi : fns1.dnspark.net dan fns2.dnspark.net. Sangat sederhana bukan? Hehee, ini sekalian pemberitahuan kalau ada diantara sobat yang mengalami masalah yang sama.

Alhamdulillah, Ladewa dot Com sudah kembali normal, sekarang saya sudah tenang dan mulai bergairah kembali menulis hal-hal sederhana dan tidak penting di blog amatiran saya ini. Walaupun blognya ngalor ngidul bin amburadul, tapi saya sangat sayang Ladewa dot Com ini, sebagai media tempat menumpahkan keluh kesah saya dan wadah berbagi suka dan duka dengan sobat-sobat yang nyasar kesini, baik yang sengaja berkunjung maupun yang betul-betul nyasar.

Menyambut Ramadhan, Saling Memaafkan Membuat Hati Tenang

Menjelang bulan Ramadhan umat Muslim di seluruh dunia pastinya sedang sibuk berbenah dan mempersiapkan fisik, jiwa serta mentalnya agar dapat melalui bulan yang lebih mulia dari seribu bulan ini untuk menjadi hamba yang lebih baik, kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Dari sekian banyak persiapan, yang tak kalah pentingnya adalah saling memaafkan agar hati menjadi tenang dalam menjalani ibadah puasa, utamanya meminta maaf kepada kedua orang tua, saudara, keluarga, kerabat, tetangga dan paling penting kepada orang yang pernah punya masalah dengan kita atau yang pernah terluka atau sakit hati secara sengaja maupun yang tidak disengaja.

Hari ini saya lagi senang dan hati saya menjadi lebih tenang. Semalam itu saya berkunjung ke rumah salah satu kerabat yang sudah hampir setahun tidak pernah saya kunjungi, padahal jaraknya tidak sampai seratus meter dari kediaman saya. Keluarga ini dulunya sangat dekat dengan keluarga saya bahkan sudah saya anggap sebagai orangtua sendiri. Setiap ada acara di rumah pasti beliau sekeluarga hadir, begitupula sebaliknya. Tapi beberapa bulan belakangan ini hubungan kami menjadi renggang (kalau ndak mau dibilang putus) hanya karena masalah “persaingan bisnis” yang sebetulnya terjadi karena kesalahpahaman saja. Sejak masalah tersebut kami tidak pernah lagi saling berkomunikasi sama sekali (mungkin karena ego dan masing-masing merasa benar).

Sebenarnya sudah lama saya ingin memperbaiki kembali hubungan keluarga kami (mungkin mereka juga demikian) namun sepertinya tak ada yang mampu memulai atau mencari jalan untuk itu. Hingga akhirnya seorang teman (yang dekat dengan kedua keluarga ini) memberi masukan kepada saya yang membuat hati saya terbuka, terima kasih untuk itu. Menurutnya, solusi terbaik untuk masalah ini adalah “yang muda meminta maaf kepada yang tua”, walaupun tidak pernah merasa membuat salah. Dipikir-pikir betul juga kata teman saya ini, disamping itu bulan Ramadhan akan segera datang dan rasanya kurang sempurna amalan kita jika masih ada masalah di antara sesama Muslim yang mengganjal di hati. Saya akhirnya memutuskan, inilah saat yang paling tepat untuk kembali memperbaiki hubungan silaturrahmi di antara keluarga kami.

Sepulang shalat Isya semalam, saya sampaikan niat saya kepada istri saya. Walaupun awalnya dia kelihatan enggan namun setelah saya beri dua tiga patah kata-kata ‘ceramah’ sambil setengah memaksa istri saya akhirnya setuju, berangkatlah kita. Jantung saya agak berdebar, apakah mereka mau menerima kedatangan kami?, tapi tekad saya sudah terlanjur kuat. Kalaupun misalnya mereka tidak menerima kami, itu tinggal urusan mereka dan Allah, yang penting kewajiban kami untuk meminta maaf sudah kami lakukan. Tereeeengggggg………?!?!?!

Setibanya kami di sana, puji syukur Alhamdulillah, mereka menyambut kami dengan senyuman penuh kehangatan, berbincang-bincang tentang banyak hal tanpa mengungkit masalah yang lalu, dan tak lupa seperti yang dulu-dulu mereka menyuguhi kami dengan minuman dingin dari lemari es-nya yang justru membuat hati yang dingin di antara kami menjadi cair kembali. Alhamdulillah, silaturrahmi sudah terjalin kembali, bulan Ramadhan kali ini Insya Allah akan mendapatkan rahmat dan berkah, kami siap melaluinya dengan sepenuh hati, Bismillahirrahmanirrahim.

Bagaimana dengan kalian, sudahkah sobat-sobat saling memaafkan dengan orang terdekat? Kalau belum bersegeralah!!

Curahan Hati Seorang Bawahan

Memang menjadi seorang bawahan itu harus siap disuruh-suruh atau diomelin dan berani menanggung resiko makan hati setiap hari, apalagi kalau posisi kita bawahannya bawahan seperti posisi saya di tempat kerja. Bagi saya itu semua hal biasa, seperti yang terjadi sama saya kemarin.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 seperti tahun-tahun sebelumnya semua instansi baik itu sekolah-sekolah, kantor pemerintah, perusahaan dan lain-lain sibuk berbenah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari paling bersejarah tersebut. Di tempat kerja saya, hari itu lagi sibuk bersih-bersih, mengecat pagar, membuat hiasan-hiasan dan aneka pernak pernik agar tidak ketinggalan dengan instansi lain. Saya sebagai bawahannya bawahan tentu saja menjadi orang paling sibuk di antara yang lain. Saat pegawai lain istirahat karena sudah masuk jam makan siang, saya tetap menyibukkan diri, disamping untuk cari-cari muka juga karena saya ada rencana tidak masuk kerja untuk tiga hari kedepan. Bukannya untuk menghindari pekerjaan, tapi memang ada acara keluarga di luar daerah yang dibilang penting nggak juga, namun dibilang nggak penting tapi penting juga.

Penting, nggak penting, maksudnya? Begini, kemarin itu saat makan malam dengan istri dan mertua (waduh, jadi ketahuan kalau masih numpang di rumah mertua), bapak mertua mengajak saya untuk menemani beliau ke acara pengantin kemenakannya di luar daerah. Tempat acara pengantin ini agak jauh dari daerah tempat tinggal saya, mungkin sekitar 300 km kurang lebih, namanya kota Bantaeng, sekitar 120 km sebelah selatan kota Makassar. Sebenarnya saya pribadi kurang tertarik karena di kantor itu lagi banyak kegiatan seperti yang saya ceritakan di atas. Tapi ada dua pertimbangan yang membuat saya memutuskan untuk ikut menemani beliau. Pertama, karena saya memang belum pernah ke daerah itu, dan yang kedua, mana berani saya menolak ajakan mertua (ketahuan lagi deh kalau takut sama mertua). Itulah mengapa saya bilang ini penting nggak penting hehee…

Sampai dimana tadi? Oh iya, yang sibuk cari muka ya? hehee, jadi singkat cerita saya sengaja menyibukkan diri untuk membayar ketidakhadiran saya tiga hari kedepan. Sore hari saat semuanya siap-siap pulang, saya menuju ke ruangan atasan saya yang sebenarnya sangat saya hormati. Atasan saya ini di tempat kerja dikenal sebagai orang yang bijaksana, tidak pernah telat shalat berjamaah lima waktu di masjid dan selalu punya solusi jika ada permasalahan di kantor, pokoknya dimata teman-teman di kantor beliau adalah sosok paling sempurna sebagai atasan, namanya saya sebut saja Pak Bos.

Saat masuk ruangan Pak Bos, beliau sedang diskusi dengan salah seorang staf yang biasa dipanggil Bu Aji. Bu Aji Tersenyum ke arah saya, tapi Pak Bos sedang memelototi laptopnya. Dengan hati-hati saya mulai mengutarakan niat saya “Maaf Pak Bos, saya mau izin keluar daerah selama dua hari (padahal rencananya saya tiga hari disana), jadi mungkin mulai besok saya tidak bisa masuk kantor dulu”. Pak Bos tetap melotot ke arah laptopnya, “Ada acara apa?” Bu Aji bertanya. “Ada acara kawinan keluarga Bu Aji” Jawabku. “Boleh kan Pak?” Pintaku sama Pak Bos. Tapi Pak Bos tetap serius memandang mesra ke monitor. “Bagaimana Pak?” tanyaku lagi mulai kesal karena dicuekin, tapi tetap dengan suara yang lemah gemulai.. eh, maksudnya lemah lembut. Sepertinya memang ada yang sangat serius di Laptop Pak Bos, hingga memandang ke arah saya pun tidak dapat beliau berikan. Sambil senyum ke arah Bu Aji saya langsung ngeloyor pergi, ambil motor, tancap gas, kabuuuuuuuuurr.

Saya tidak habis pikir ya, orang yang selama ini saya anggap paling bijaksana, alim dan baik hati, hari itu membuat saya sakit hati. Kalau tidak diizinkan kan tinggal bilang tidak, kalau diizinkan tinggal kasih izin, tapi kalau diam, saya kan nggak tahu diizinkan atau tidak. Tapi karena urusan saya memang sangat penting (menyangkut hubungan mertua dan menantu) maka saya anggap saja diamnya itu berarti memberi izin, heheee.