Home » » Numpang Ngoceh Soal Pengadaan Senjata Api untuk Satpol PP

Numpang Ngoceh Soal Pengadaan Senjata Api untuk Satpol PP

Anggota Satpol PP bersenjata? Wah, sepertinya persoalan ini bakal menjadi kontroversi di negeri kita. Seperti yang akhir-akhir ini diberitakan di berbagai media bahwa Pemerintah Kota DKI Jakarta berencana mempersenjatai anggota Satpol PP mereka, bahkan aturan mengenai pengadaan senjata untuk Satuan Polisi Pamong Praja ini sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri No. 26 Tahun 2010. Dulu waktu jaman Orde Baru kita mengenal istilah ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Polri. Kalau ditambah lagi dengan Satpol PP berarti bakalan ada lima angkatan bersenjata di negeri kita ini.

Apa sih sebenarnya tugas utama Satpol PP ini?, inilah yang menjadi persoalan sekarang. Setahu saya sebagai Sosiolog Amatiran, Satpol itu bertugas mengayomi masyarakat dan mengurusi masalah ketertiban dalam pemerintahan daerah, dimana dalam hal penertiban ini pastinya yang dihadapi ya, masyarakat itu sendiri. Terus apa untungnya Satpol PP dipersenjatai? Senjata ini nantinya digunakan untuk menghadapi siapa? Apakah untuk menembaki masyarakat yang melawan ketertiban atau melanggar peraturan daerah?. Aya-aya wae? Heheee….

Bahkan beberapa orang penting di negara ini seperti anggota DPR, tokoh-tokoh bangsa (nama tidak disebut karena saya lupa ) mempertanyakan rencana pengadaan senjata api buat Satpol PP ini, bahkan sebagian diantaranya menuding kalau pengadaan Senpi (senjata api) untuk Satpol PP ada unsur bisnis. Itu kata mereka lho, bukan saya yang bilang. Bagaimana kita rakyat biasa yang kadang berhadapan langsung dengan Satpol PP,  tentu sangat tidak setuju dengan kebijakan pemerintah ini.

Bisa kita bayangkan bagaimana jadinya nanti kalau benar-benar ini diterapkan, bersenjata pentungan saja kebanyakan oknum Satpol PP sudah terlihat sok galak alias arogan, apalagi kalau sudah memegang senjata, weleh-weleh, polisi saja harus melalui seleksi ketat untuk memiliki senjata api karena terjadinya beberapa kasus asal nembak, lalu mengapa Satpol PP yang notabene pamong masyarakat dipersenjatai pula?, tanpa senjatapun mereka sudah beringas saat penertiban kios misalnya, eksekusi tanah dan lain sebagainya. Jadi, ayolah bapak-bapak di pemerintahan, coba dipikir-pikir kembali….

5 komentar:

  1. weh, ini kemarin juga dibahas jadi status fb temen saya mas. lhah, kayak ndak ngerti saja, itu pasti proyek pengadaan senjata yang dibidik. nilainya kalo ndak ratusan juta, ya milyaran. nah, itu pasti ada keuntungannya kan? buat siapa? ya buat yang mengadakan.. wkwkkw... *ndak penting banget komentarku* :p

    tapi bener mas, lha bawa pentungan aja sudah sak penake dewe, sampai dulu pas penertiban di dekat WTC Surabaya memakan korban anak kecil, nanti kalau nenteng pistol dua, pasti korbannya bukan anak kecil sahaja, *sebenarnya kan udah bawa satu pistol itu...* hahay

    BalasHapus
  2. memang aneh sob...

    jelas-jelas yang sering mereka hadapi bukan penjahat ato pelaku tindak kriminal.

    Daripada duit sebanyak itu dipake untuk barang berbahaya, lebih baik dipakai untuk kursus satpol pp agar ramah seperti Pramugari/pramugara Singapore Airlines ;)) biar citra bangsa ini kembali menjadi bangsa dengan penduduk yang ramah dan murah senyum :D

    BalasHapus
  3. solusi aneh dari pemerintah mas,
    harusnya semua satpol pp disekolahkan psikologi
    bukannya diberi senjata.... aneh juga pemerintah negera antah brantah yang mau mempesenjatai satpol PPnya

    BalasHapus
  4. Dari komentar bapak-bapak jelas terlihat bahwa rakyat tidak ada yang setuju kalau satpol PP dipersenjatai, betul bukan?
    blog review: hello juga...

    BalasHapus
  5. hhi ntar bapak-bapak jelas terlihat bahwa rakyat tidak ada yang setuju kalau satpol PP dipersenjatai, betul bukan?
    blog review: hello juga...

    BalasHapus