Home » » Dihadang Polisi Pamong Praja

Dihadang Polisi Pamong Praja

Seperti biasa setiap hari usai apel pagi buru-buru saya menuju parkiran samping kantor mengambil vega hitam bututku. Rencananya sih seperti biasa pula kembali ke rumah buat ngelanjutin tidur yang tadi pagi tertunda karena ketatnya aturan apel pagi di kantor akhir-akhir ini. Eeh.. dasar nasib kali ini lagi apes, ditengah jalan dihadang Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Rupanya pagi ini Satpol PP lagi suiping pegawai yang bolos kantor.

“Stop..stop!” teriak salah seorang Satpol. “Mau kemana mas!” sapanya setengah berteriak, “nyapanya yang biasa aja dong pak!” ujarku (tapi cuma dalam hati :p ), “ini pak, anu..eh..anu.. mau ke tempat fotokopi pak beli kertas buat keperluan kantor” (untung saja dalam urusan bohong berbohong aku paling ahli). “Dari kantor mana pak!” gertaknya lagi dengan wajah yang sengaja dibengis-bengiskan. Masih posisi di atas motorku kusebut saja nama kantor tempatku ‘asal’ kerja. “Turun dari motor dulu dong mas!” kesalnya minta dihargai. Bapak PNS atau honorer!” tanyanya lagi. Sambil turun dari motor spontan saja kujawab “Honorer pak!”. “Jangan bohong mas, jawab jujur PNS atau honorer?” tanyanya lagi-lagi setengah berteriak, mungkin tidak yakin karena tampangku yang mungkin agak tuaan . “Jujur pak, saya honorer, lihat saja pak seragam saya gak pake aidi kar”. Dengan ketus ia bilang “PNS juga kadang-kadang gak pake aidi kar, ya sudah jalan sana!”. Dengan girang kuucapkan terima kasih basa-basi dan kupacu vega hitamku sekencang-kencangnya, ogah balik lagi lihat wajah pak Satpol yang sangar itu.
Nampaknya kebiasaan burukku kabur usai apel pagi harus dikurangi, perlu lihat situasi dulu biar gak dapat suiping Satpol PP yang arogan itu lagi. Atau lain kali kalau mau bolos perlu bawa berkas-berkas atau kertas apalah biar jika dihadang Satpol PP bisa buat alasan “mau poto kopi pak!” hehee )

0 komentar:

Posting Komentar