Home » » Ayam Gagak Tetanggaku

Ayam Gagak Tetanggaku

“Ikutilah Kontes Ayam Gagak se Ajatappareng dan dapatkan total hadiah senilai 40 juta rupiah serta doorprize satu unit Motor”, begitulah kira-kira isi selebaran yang tertempel di tiang listrik depan rumah. Segera saya kabari Si Luky (itu nama kerennya, kalo nama aslinya Lukman), tetangga seberang jalan yang punya piaraan beberapa ekor ayam gagak. Bagi Luky, kontes ayam gagak bukan hal baru lagi. Di ruang tamunya berjejer beberapa piala dan tak ketinggalan sertifikat dan piagam-piagam penghargaan terpampang di dinding rumahnya yang sederhana. Tak terhitung sudah berapa kali si Udin (ia menamai ayam gagaknya persis nama panggilan masa kecilku) mendapatkan juara di berbagai kontes ayam gagak.

Selain si Udin, ada juga si Keriting serta si Roma. Khusus yang terakhir Luky memberinya nama Roma karena ayam gagak satu ini sudah empat kali juara satu untuk kategori suara dangdut (salah satu kategori kejuaraan Ayam Gagak) sehingga di kalangan pecinta ayam gagak ia digelari “Raja Dangdut”. Bisa dibayangin gak kalo hal ini sampai ketahuan Bang Haji Rhoma Irama.
Begitu membaca selebaran tadi si Luky tersenyum lebar, mungkin dalam hatinya berkata “Hmm… rejeki memang takkan kemana….”. Beberapa hari sebelum kejuaraan ketiga ayam gagaknya diberi porsi latihan ekstra dengan sparing partner ayam-ayam tetangga, semua ayam tetangga pada keok artinya ketiga ayam gagaknya sudah siap bertanding. Begitu hari kejuaraan tiba, pagi-pagi sekali Luky bergegas memandikan si Udin dan Roma yang Luky anggap paling siap untuk ikut kejuaraan ini, si Keriting dibiarkan istirahat dulu untuk persiapan kalau ada Kontes Ayam Gagak berikutnya.
Hari yang ditunggu-tunggupun tiba, pagi-pagi Lukypun berangkat …… (cerita terpotong karena Penulis gak ikut ke kejuaraan itu, maap ya
)
Sore hari Luky datang dengan senyum yang tak kalah lebarnya ketika pertama kuperlihatkan selebaran Kontes Ayam Gagak itu. Benar saja, kedua ayam gagak yang sudah dianggapnya saudara itu (hehe… sory ya luk!) kembali menoreh prestasi. Si Udin juara satu untuk kategori “Seriosa” dan mendapatkan hadiah satu buah tipi 21 ins, tapi kali ini si “Raja Dangdut” Roma hanya juara dua untuk kategori andalannya “Dangdut” tapi juga dapat hadiah yang lumayan, mesin cuci.
Sebagai tetangga yang baik tentu saja saya ikut senang. Memang ya kalau sungguh-sungguh menekuni hobi, hobi apapun itu bakal mendapatkan ganjaran dan hasil yang memuaskan. Seperti anak band yang hobi musik misalnya bisa menghasilkan uang, pembalap yang hobi kebut-kebutan bisa mendapatkan uang, bahkan peternak ayam gagak pun juga bisa mendapatkan uang seperti si Luky itu. Tapi dipikir-pikir saya yang sekarang lagi hobi dan semangat-semangatnya ngeblog bisa gak ya menghasilkan uang?…. Insya Allah-lah, kalo betul-betul ditekuni suatu saat akan memperoleh hasil (semangatku dalam hati, ngarep dot com).
Nah, cerita di atas itu tadi sebenarnya saya tulis hanya sebagai bahan pembanding dan penyemangat buat saya pribadi dan juga buat teman-teman blogger juga yang sempat baca tulisan asal ngoceh ini. Mudah-mudahan karena cerita Ayam Gagak ini saya bisa terus bersemangat untuk menulis di blog dengan harapan suatu saat dapat hasil juga, masa sih ayam gagak saja bisa dapat tipi dan mesin cuci terus ngeblog nggak dapat apa-apa? Hehe…. bukannya iri lho, cuman sirik dikit.
Dapat duit di internet lewat blog adalah tujuan jangka panjangku, tapi untuk sekarang ini nggak muluk-muluk dulu deh, yang penting dapat banyak teman berbagi sudah syukur banget, jadi ocehan sobat-sobat blogger sangat diharapkan.

0 komentar:

Posting Komentar